Aisyah

Aisyah bukan nama  yang sesederhana penyebutannya. Aisyah mewakili seorang wanita manis dengan pipi yang kemerahan, ia begitu cerdas dan ceria. membayangkannya hidupnya bagaikan membayangkan seorang gadis yang sedang tertawa riang dan berkejaran dengan sang nabi yang rupawan.

Aisyah tidak pernah menjemukan dengan kecemburuan dan kekanak-kanakannya. Ia selalu mencubit dengan dinamika hidup  penuh tawa, marah, senyum, dan kekesalan yang dikemas dalam keinginan untuk terus saling memahami dan belajar.

Aisyah, seakan tak lagi menjadi epik cerita dalam kehidupan sang nabi, Tampak wajahnya menjadi begitu dekat, tanpa tabir. Karena dialah "Aisyah" yang mendampingi kehidupanku kini. Meski ia mungkin taksesempurna Aisyah binti Abu bakar, pun karena aku tak pernah sesempurna sang Muhammad bin Abdullah. Meski namamu juga bukan Aisyah, tapi kamu telah membawa kebahagian yang besar dalam kehidupanku.

Lalu,izinkan aku memanggil "amanah itu" nantii dengan Aisyah, nama yang kuharap mewakili kecerian dan kecerdasan seandainya nanti Alloh berkehendak begitu.
Semoga Keceriaannya menjadi membuahkan senyum dalam lelah dan penat orangtuanya, keluarga dan sahabatnya dalam tingginya tuntutan dakwah. Menjadi benih-benih ukhuwah penyambung cinta Tuhan diantara jalan perjuangan yang terkadang terlalu keras dan memanaskan ubun-ubun.

Semoga  Alloh anugrahkan pula dengan kecerdasan dalam tauhidan yang benar. Tauhid tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad utusannya, Tiada loyalitas kecuali padaNya, dan  menjadikan Islam sebagaii satu-satunya jalan hidup.
Kecerdasan yang membuahkan kebanggaan dari kedua orangtuanya dan umat Nabinya. Kecerdasan yang menjauhkannya dari godaan mengeluh dan tipuan dunia. Kecerdasan yang menghidupkan sendi-sendi umat yang berpecah, tak sanggup untuk tegak berdiri.


Allohhumm amin,

untuk kedua Aisyah

"Aisyah" dan Aisyah
Category: , 0 komentar

0 komentar:

Post a Comment