This weekend!

This weekend it for Aisyah: memperkanalkan aisyah pada monas dan membiarkan aisyah bernostalgia berenang-renang di kolam renangnya. Walau pada awalnya dia mewek-mewek (mungkin karena kaget, airnya agak dingin dan harusnya ummi gerak-gerakin tangan kakinya dulu kali ya biar agak lemes), tapi akhirnyaaaa, dia malah enjoy it! muter-muter asoy geboy banget! Kakinya lincah ngedayuh-dayuh airnya. Tanpa ekspresi muka, tapi geraaakk teroooossss...!!! Lucuuu deh! Abis renang, langsung deh laper dan teparrrr!!! Hihihi..

ke monas yaaa.. jalan2 sambil berjemur :D

ini diaaaa... yang baru pertama kali berenang, sueeneeengnyaaaaaaa :D

Seperempat Abad

*Aisyah lagi asik ngobrol sama lampu gantung, biarin dulu deh. Umminya ngetik-ngetik aja, udah lama gak ngisi blog!

Dari sebuah kursi di sudut kamar
Aku hanya memandangi punggungmu
Sekarang pukul 23:18
Engkau masih wanita yang lucu dan pencemburu
Tak sampai beberapa menit lagi, kau akan semakin dewasa
Tapi bagiku sama, kau masih istriku yang lucu dan pencemburu
Seberapapun dirimu aku tak peduli
Bukankah aku mencintai ruh mu sejak pertama kita bertemu?
Bukan karena kecantikanmu atau hartamu
Seperti daun yang pasti jatuh tanpa melihat dasarnya
Atau seperti upil yang menempel di bawah meja tanpa peduli berapa harganya
Aku mencintaimu, mencintai sesuatu yang lebih abadi dari kemanusiawianmu
Ruh iman dan kemilau akhlakmu
selamat bertambah usia istriku tercinta
Teruslah menjadi penyejuk hati Aa' ya.
(Aa Gema Fikri, Received Saturday, April 8, 2012  @ 11:35 PM).

Aku mesem-mesem bacanya sambil membayangkan ia yang menahan-nahan kantuk duduk di kursi merah kamar kami untuk membuatkan puisi. Kado ulang tahun mungkin maksudnya. Tapi bagiku, setiap hari sudah menjadi kado. Setiap doanya untukku, sudah menjadi kado. Puisi ini indah, menjadi salju di puncak gunung yang menawan (halah! jadi ikut-ikutan puitis). Terimakasih ya sayang.. cintaku.. abinya anak-anakku. :)

Seperempat abad! iya, 8 April kemarin usiaku 25 tahun. Sempet gak percaya kalau udah segitu banyaknya angka. Jadi malu sendiri karena belum melakukan apa-apa. Kalau pun udah melakukan something, lebih banyak gak maksimalnya. Termasuk butik safa hee.. *eh jangan cengengesan, seriusan ini, ang!

He'eh nih! Butik safa masih banyak yang harus ditambah biar semakin profesional. Alhamdulillah udah semakin banyak dikenal. Kayak kemarin Safa sempet ditelp oleh majalah ummi untuk nawarin kerjasama iklan, atau majalah kebaya indonesia yang nawarin iklan dengan memakai model-model istri-istrinya ustadz2 "artis" yg ada di indonesia (iyalah, masa iya luar negeri :P ). Tapi gak kita ambil, hee... belum mantabs produksinya. Kalau promosi pesat tapi produksi ngos-ngosan kan sayang. Ntar malah mengecewakan. Kemarin Bank Mualamat juga nelp ngajakin kerja sama, tapi maap banget ya mba.. sirkulasi keuangan kami belum selancar derasan air bengawan solo hoho..Gak apa-apa. Tenang aja, Ang. Insya Alloh suatu hari nanti Butik Safa bisa jauh lebih baik. Yang penting ikhtiarnya keras, tawakalanya lurus, niatnya untuk Alloh. Iya, ngomong-ngomong tentang niat, Butik ini harus kudu dibangun atas dasar niat ibadah: aktualisasi diri (Inget, Ang, Alloh udah ngasih kamu waktu luang, masa gak digunain), memudahkan muslimah-muslimah untuk menikah dg baju-baju yg syar'i (bahkan jadi sarana dakwah berjilbab untuk teman-teman muslimah yg belum berjilbab). Alhamdulillah Aa' selalu ngingetin tentang ini. *oala si Aisyah udah mulai rewel, ngantuk! Eh ngobrol lagi sama lampunya deng.. lanjutttt!

Well, intinya Safa ini masih bisa dimaksimalkan, masih banget! Kudu semangat dan ada target yang jelas. Alhamdulilaah ya Alloh, Alhamdulillah-nya Aa' sangat amat mendukung Butik Safa ini. Bener banget, kalau bisnis yang dijalankan bersama pasangan hidup insya Alloh akan mudah mendapatkan kemudahannya dan keberkahannya (aamiin) soalnya baik suami ataupun istri sama-sama ridho. Alhamdulillah, ya Alloh!

Ok ok ya sudah! Kalau mau evaluasi Safa gak mungkin di sini, bakalan panjang lebar. Sekarang saatnya tersenyum dan bersyukur bahwa Ang masih diberikan waktu luang oleh Alloh. Bismillah.. stasiun 25 telah terlewati, perjalanan dilanjutkan lagi..

*a, kamu beneran masih 22 usianya? Tapi agustus ini 23 kan ya? kamu kelahiran tahun 89 kan ya? #cekKTP

2-3 bulan: Rambut oh rambut

Pas aqeqah diusia 1 bulan kemarin, aisyah dibotakin. Tapi yaa permisaaaah, baru aja 2 minggu, rambutnya udah numbuh lebat lagi. Memang gak si seluruh bagian merata,  cuma cempol-cempol di bagian-bagian tertentu, tapi numbuhnya langsung banyak.. Lucunya ada bagian kepalanya yang kayak di "skinni" lho haha..
Aisyah udah mulai gendut jd udah mulai berat gendongnya. Kalau ngindung-ngindung kerasaaa banget hehe.. Alhamdulillah sejak usia 1 bulan, tidur aisyah udah gak ketuker lagi. Maksudnya udah gak kebolak siang-malamnya. Sekarang kalau malam ya tidur, siang jg tidur hee.. Setidakanya gak kayak awal-awal yang kalau siang tiduurrr, malamnya meleeeekkk.. Tidurnya jg mulai teratur, yaitu bangun setiap 4 jam sekali untuk nenen. Jadi kalau tidur jam 10, bangun lg sekitar jam 2, trus bangun lg jam 5an. Tapiiii,, untuk tidur jam 10 tuh masih susah yaaa.. Ternyata menciptakan jam tidur yang teratur untuk anak bayi gak mudah. Kadang harus dari jam 7 malem diindung-indungnya. Jam 9 belom jg bobo, baru deh jam 10 bobo. T.T Udah gitu entah kenapa di usia ini Aisyah belum bisa boboi dengan di nenenin..
;,/

JRENG.. JRENG!!!

Hahaha! Males banget buka blog dari sejak lahiran! Maap yaaah blog-ku.. Padahala banyak yang bisa di share sama pemirsa supaya bs jadi manfaat. Gak tahu niiih, males aja bawaannya masa'. Kalau buka inet maunya baca-baca artikel aja or silaturahim via FB atau chat ama Aa Ganteng Sejagat di YM (kayak dirumah kagak bakal ketemu aja!).

Yosh! Bentar-bentar yak.. ngetik dulu dah! Di mulai dari proses persalinan, dan kehidupan setelahnya!
Semangat!
Category: 0 komentar

Jurnal: Welcome, Aisyah :D

Aisyah Hanaa Dzakiyyah..
Setelah hamil 9 bulaaan, akhirnya yang selama ini bergerak-gerak di perut lahir juga. Wajahnya mirip abinya, nangisnya kenceng deh, jidatnya jenong haha. Aisyah udah bisa apa aja? Hee,  dia baru lahir kali, brai.. Eit eit tapi jangan salah yah.. usianya belum genap 1 bulan tp udah bs ngeluarin suara seperti mengajak ngobrol "ooooo... ooooo". Bukan nangis atau suara rengekan, tapi nadanya seperti bertanya sesuatu.. plok plok plok! Emak babenye la\ngsung tepuk tangan, eyang-eyangnya gak kalah heboh.. alhamdulillah yaaa,,, Terus apa lagi yak. Udah kayaknya itu aja di usia2 awal sampai 1 bulan b^.^d

Doa Umar, Mana yang Kita Pilih?

“Ya Allah, lindungilah kami dari orang-orang bertaqwa yang lemah, dan tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya, dan lindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasa dan tangguh.”

Terdapat tiga komponen utama di dalam bait kalimat tersebut. Pertama, perlindungan terhadap orang bertaqwa yang lemah. Kenapa kita harus memohon perlindungan dari orang bertaqwa yang lemah? Bagaimana mungkin orang bertaqwa dibilang sebagai seorang yang lemah? Secara logika, ketika orang disebut sebagai hamba yang bertaqwa maka otomatis kedekatan dirinya dengan Allah adalah hal yang menonjol. Namun ternyata, ia justru disebut sebagai orang yang lemah oleh manusia di sekelilingnya.
Lemah di sini berarti bahwa ia tidak memiliki bargaining position (nilai tawar) di dunia, di kehidupan sosial di mana dia berada. Da’i tidak lagi didengar kata-katanya, tidak lagi dicontoh keteladanannya, apalagi dihargai keberadaannya oleh masyarakat. Hal itu tidak lain adalah lantaran masyarakat tidak lagi merasakan kemanfaatan dengan adanya kita (da’i) di tengah mereka. Da’i, tidak semuanya mampu menunjukkan prestasinya di hadapan publik. Secara kualitas ibadah vertikal (hablumminallah), dia mungkin mendapat grade mendekati sempurna. Akan tetapi, saat dihadapkan dengan masyarakat (hablumminannas), sang da’i pun mendadak ‘melempem’.
Dia kurang dapat srawung (bergabung) dengan tetangga, mungkin dari segi keramahan dinilai kurang oleh masyarakat; kurang rapi dalam manajemen kehidupannya; hingga pada taraf lemahnya intelektualitas dan ekonomi sang da’i. Ya, kita semua menyadari bahwa da’i bukan malaikat. Akan tetapi, hal ini sangat berpengaruh terhadap citra da’i di hadapan publik. Bagaimana bisa da’i dipercaya untuk mengurus urusan umat manakala urusan diri pribadinya pun berantakan.
Kedua, bait kalimat di atas menuntun kita untuk memohon perlindungan dari orang tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya. Jika dibandingkan dengan aspek pertama, maka aspek kedua ini jauh lebih parah. Ibarat kata, sudah lemah, tidak berdaya, ditambah lagi tidak ada ketakwaan di dalamnya. Jika diumpamakan dengan kacang, maka kualitas orang ini adalah kacang yang kosong tak berisi, ditambah lagi kulitnya kusam dan tidak menarik. Sedikit pun tidak ada alasan yang mampu membuat orang lain mau untuk melirik ke arah orang tersebut.
Lemah daya dan lemah takwa ini menjadi masalah yang serius jika dihinggapi oleh sebagian besar orang. Tatanan masyarakat yang akan lahir adalah masyarakat yang jauh dari nilai peradaban islami yang didambakan.
Aspek ketiga yakni permohonan perlindungan terhadap orang jahat yang perkasa dan tangguh. Pada masa sekarang ini sangat banyak orang yang memiliki kekuasaan tinggi atas kehidupan dunia. Mereka menguasai sebagian besar perekonomian dunia, memiliki kuasa penuh terhadap lalu lintas media, pertahanan dan keamanan, hingga menjadi aktor utama jalannya hukum di negara. Mereka kuat, sangat kuat. Namun kekuatan yang mereka miliki tiada digunakan untuk kemanfaatan orang banyak. Mereka memperkaya diri dengan memperbudak banyak orang. Mereka memainkan seenaknya hukum dengan uang yang mereka punya, pun mereka mengatur arus media agar sesuai dengan kepentingan mereka.
Sekali lagi, mereka kuat, bahkan sangat kuat. Namun tidak ada bargaining position mereka di hadapan Allah. Ibarat mutiara, mereka baik pada polesan luarnya saja. Di dalam tubuh mereka kosong tak berisi. Mereka menjadi trouble-maker di setiap lingkungan di mana mereka berada.
Orang bertaqwa yang lemah, orang tidak bertaqwa yang lemah, maupun orang jahat yang kuat, ketiganya adalah cerminan ketidakseimbangan dalam kehidupan manusia. Allah telah memberikan garis merah yang jelas bagi kita hamba-Nya tentang bagaimana menjalani kehidupan sebagai seorang insan. Melalui Rasulullah, Allah memberikan sesempurnanya teladan dan pengajaran bagi manusia seluruhnya untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimana Rasulullah tawazun dalam menjalankan hidupnya. Beliau adalah pemimpin yang terbaik; disegani lawan dicintai kawan, beliau pula seorang suami handal, ayah terbaik, kawan paling setia, dan guru paling mempesona.
Prinsip seorang muslim, bahwa mereka yang terbaik adalah mereka yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain, bukan mereka yang memiliki banyak hal pada dirinya sendiri. Bait kalimat di atas merupakan penghayatan dalam dari seorang lelaki tangguh, cerdas nan berbudi, Umar bin Khattab. Nampak jelas tersirat bahwa misi sesungguhnya yang Islam ingin capai adalah melahirkan orang-orang baik yang kuat dan orang-orang kuat yang baik. Dan itu semua mustahil tanpa usaha dari setiap insan sebagai pilar kehidupan.
Mau jadi seperti apa kita??


Category: 0 komentar

Alloh Selalu Menjawab

Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....
” Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh : “Berat banget ...yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

Ayo sebarkan ke teman2 kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita pdahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186)

Salam Positif!!
Category: , 0 komentar