Kecantikan Seorang Istri

Subhanallah, Sungguh seorang wanita adalah cantik.
Kecantikan seorang istri mengisikan kekosongan keteduhan dalam jiwa dan hati suami. Dia adalah peneduh yang tiada dapat terbeli dengan hitungan rupiah, kecuali hanya dengan kemuliaan sebuah mahar.




Kecantikan seorang istri bukan hanya terletak di atas sebuah kulit ari. Lebih dalam lagi, makhluk yang berada disekitarnya pun dapat merasakan kelembutan anugrah Allah yang ada dalam calon bidadari surga itu.Dia terpancar dalam Keikhlasan pengabdian, keteduhan jiwa, kelembutan hati, tunduknya mata, halusnya ucapan, serta keindahan perilaku.  

Kecantikan seorang istri terletak dalam imannya. Dia sadar dan mengerti untuk apa dia hidup, dan dia mengerti mengapa dan kepada siapa dia harus mengabdi. 

Kecantikan seorang istri terletak pada lidahnya, yaitu ketika dia dapat meredam galau, amarah dan kesedihan sang suami dengan kata- kata indah yang menyejukkan hati. Kebutuhan batin akan ketenangan sang suami dalam hebatnya deraan cobaan hidup telah terpenuhi. Dan semua terasa istimewa ketika hal itu justru didapatkannya dari separoh jiwanya yang sangat mengerti, bahkan mungkin dari pada dirinya sendiri. Kecerdasan belahan hatinya tersebut dalam mengatur kata dan kepintarannya dalam membaca situasi hati sang suami agar selalu tenang, menjadikannya "hadiah" yang tak ternilai.  

Kecantikan seorang istri adalah dari penerimaannnya. Keridhoaannya terhadap apa yang digariskan Allah sang maha pengatur dalam menerima suami apa adanya, serta bagaimana dia merawat serta telaten dalam menyiasati kekurangan sang suami agar tersimpan rapi hanya sebagai aibnya saja, menjadikannya penasehat kepercayaan sang nahkoda rumah tangga. 

Kecantikan seorang istri terletak pada tangannya. Dengan tuntunan hati yang hanya karena Allah, dia menjadikan tangannya bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan dan ratu dirumah, namun dia juga dapat merengkuh semua yang ada didalamnya, dalam kedamaian yang tak dapat terukur dan terbeli dengan apapun.


Kecantikan seorang istri terletak di matanya. Kelembutan pandangan saat berada diantara keluarga dan atau ketika dia berhadapan dengan sesama makhluk menjadikan dia peneduh serta perwujudan kasih sayang Allah yang maha rahman. 

Kecantikan seorang istri terletak pada seberapa besar dia dapat menjaga rasa malunya. Dia tahu caranya menutup aib yang memang sudah tertutup rapi disimpan oleh Allah. Dia paham caranya agar tidak merusak kecantikannya sendiri dengan kata- kata kasar dan rendahan. Dihindarinya membuat mati rasanya sang suami dengan semua kerewelan dan tuntutan yang tidak wajar. Disimpannya dengan rapi karunia bakat genit, kemolekan tubuh dan kemanjaan sikap dan dipersembahkan kepada yang paling berhak yaitu suami.

Kecantikan wanita terletak dalam kebijaksanaannya. Seorang istri memang mempunyai kodrat sangat brlebihan dalam mencintai dan membenci, yang lantas kadang tidak mengenal  pertengahannya, namun dia masih bisa bersikap dengan santun dalam logika. Dunia semakin damai saat dia tidak mengumbar air mata dengan dalih kodrat wanita. Tapi laporan kepenatan hanya teruntuk kepada sang maha menyelesaikan.

Kecantikan seorang istri terletak dalam kesabarannya. Dia mendidik diri agar tidak menjadi sebagai sebuah cobaan bagi keluarga, khususnya sang suami. Kesabarannya menuntunnya untuk tidak mengumbar amarah dan kerapuhan perasaan disembarang telinga. Kesabarannya juga terwujud dalam kesehariannya, yang menjadikan hari- hari adalah berkah untuk sang suami. Mengalahnya adalah untuk ketenangan, dan kemenangannya adalah untuk kebahagiaan, bukan hanya untuk diri dan sesamanya, namun juga untuk semua makhluk yang ada disekitarnya. Menjadi pelayan bagi sang suami adalah sebuah keridhoaan, dan istri yang "cantik" sangat menyadari bahwa dirinya akan terlayani oleh kebaikan Dari Allah sebagai upahnya.

Kecantikan seorang wanita terletak pada kejujurannya. Ketepatan kata- kata dengan kenyataan tanpa harus menyuguhkan konflik baru menjadikannya cantik dengan jujur, sangat alami dan apa adanya.

Subhanallah betapa wanita itu indah. Dan kecantikan abadi sang istri itu adalah tentang jiwanya. Keikhlasannnya mengabdi kepada suami hanya karena Allah yang tercermin dalam fisik, tutur kata, sikap, dan perilaku. Bahkan Allah pun tersenyum melihat seorang hambanya yang sedemikian cantik sehingga dia pantas dikategorikan sebagai bidadari surga kelak. Kecantikannya menuntun sang suami dengan sadar dan sepenuh hati berkata " alhamdulillah, aku bersyukur mempunyai istri secantik dirimu"

(Syahidah)
Category: 0 komentar

Week The 13th

Assalamu'alaikum, Fattah.. sedanag apa sekarang? :)
Alhamdulillah usia kandunganku sedang memasuki pekan ke 13. Ada apa di pekan ke 13. What will be happen? Well, this is it! Salah satu hasil dari searching di gugel,,

Week, The 13th!

gambarnya hasil unduhan. Besok baru mau ke dokter :)


Apa yang terjadi pada janin: 
Sidik jari janin sudah terbentuk di setiap jari-jemarinya. Percaya atau tidak, urat-urat syaraf dan organ tubuhnya terlihat jelas di balik kulitnya yang tipis. Ukuran kepalanya semakin membesar, besarnya sekitar sepertiga dari ukuran tubuhnya. Jika janin berkelamin perempuan, di rahimnya kini ada lebih dari 2 juta sel telur. Panjang tubuh janin Anda kini mencapai 6-7 cm, dengan berat mendekati 28 gram.

Apa yang terjadi pada ibu: 
Minggu ini adalah minggu terakhir trimester kehamilan Anda, dengan begitu risiko keguguran sekarang sudah lebih kecil. Sedangkan minggu depan kehamilan Anda memasuki trimester kedua. Inilah masa dimana semua keluhan-keluhan tak menyamankan, seperti morning sickness (mual di pagi hari) dan kelelahan, akan berkurang banyak. Kelahiran masih jauh beberapa bulan ke depan, tapi payudara Anda sudah siap untuk memproduksi kolostrum, cairan pertama berwarna kuning kaya zat gizi dan zat imun yang keluar dari payudara beberapa hari setelah Anda melahirkan. 

Minggu ini mengapa tidak:

Berbagi keinginan soal pengasuhan dengan suami: Untuk memulai diskusi, masing-masing dari Anda dapat memulainya dengan membuat dua daftar yang masing-masing berjudul; ’Ibuku selalu” dan ”Ibuku tak pernah”. Lalu buat juga daftar ”Ayahku selalu..” dan “Ayahku tak pernah”. Jika Anda berdua sudah selesai melengkapi daftar itu, diskusikan dan putuskan mana nilai-nilai yang akan Anda berdua anut dalam membesarkan buah hati nanti.  

Tahukah Anda? Sel-sel otak janin terbentuk selama ia berada di kandungan, dan saat janin lahir, sel-sel itu saling terkoneksi lewat stimulasi visual, motorik, bahasa dan sosial. Semakin banyak koneksi ini tersambung, bayi akan semakin belajar dan mengembangkan kemampuan kognitif dan daya ingatnya (memori).

Ini artinya, selama menjalani kehamilan Anda harus bersungguh-sungguh memperhatikan asupan makanan yang bisa membantu regenerasi sel di otaknya. Pastikan Anda mendapat cukup nutrisi, begitu juga sikecil di dalam kandungan sana!

Berpuasa Bagi Ibu Hamil

Bismillahirrahmanirrahim
Dapet Artikel bagus nih :)
Bagi para ibu hamil puasa mungkin membuat anda khawatir akan keadaan janin yang ada dalam kandungan, akan tetapi kewajiban sebagai seorang muslim pasti haruslah dilaksanakan, ada beberapa artikel yang menarik seputar puasa untuk ibu hamil serta hukum puasa bagi ibu hamil menurut islam, akan tetapi kali ini blogger gurem akan memberikan tips puasa sehat bagi Ibu hamil
Tips Puasa Saat hamil
Bolehkan Ibu hamil berpuasa
Agar ibu hamil bisa kuat berpuasa ramadhan kali ini, ada beberapa tips puasa sehat bagi ibu hamil diantaranya
  • Cukup makan dan minum sesuai dengan kebutuhan gizi ibu hamil. Contohnya dengan memperbanyak asupan protein 1g/kg BB ditambah 20 g per hari (kurang lebih 80g per hari); kalsium 1g/hari (bisa diperoleh dari susu, ikan, kacang kedelai dan sereal); zat besi (bisa didapatkan pada daging, hati, dan sayuran berwarna hijau). Suplemen zat besi direkomendasikan 30-60mg/hari untuk wanita hamil dan menyusui; vitamin danmineral direkomendasikan dengan pemberian asam folat 0,4mg/hari yang banyak terdapat pada sayuran hijau, hati, dan telur (selengkapnya lihat tabel 1).
  • Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak sebab bisa menyebabkan keluhan mual.
  • Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
  • Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau oikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah-marah.
  • Yang pasti, niatkan menjalani ibadah semata-mata karena Allah.
Selain diatas berikut ini ada sebuh tulisan yang menarik sepuar puasa dan kehamilan

tidak ada faktor-faktor penyulit kehamilan, boleh kok berpuasa. Bahkan, puasa bisa membuat ibu hamil lebih sehat lho. Seperti apa sih trik berpuasa selagi hamil?

Seperti yang diutarakan dr R Muharam, SpOG, sebenarnya di trimester berapa pun ibu hamil boleh melakukan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan. Lain halnya bila ada kondisi-kondisi penyulit yang menyertai kehamilan. Berikut beberapa di antaranya yang mesti diwaspadai:
1. Perdarahan

Pada ibu yang pernah mengalami perdarahan semasa kehamilan, memaksakan diri hanya akan membuat keadaan kemungkinan bertambah parah. Paling tidak kalau tetap berpuasa, ibu tidak bisa mengonsumsi obat yang diresepkan.

2. Diabetes Melitus (DM)

Ibu hamil dengan DM tidak disarankan berpuasa. Pasalnya, selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol/bisa tetap stabil.

3. Hipertensi

Mirip dengan DM, terapi obat tak boleh terlewatkan dalam kasus-kasus hipertensi. Bila terlewat, besar kemungkinan tekanan darah jadi tidak terkontrol, bisa naik atau turun. Padahal, tekanan darah yang naik turun seperti itu jelas-jelas harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.

4. Anoreksia dan bulimia

Efek yang bisa terjadi adalah kekurangan cairan tubuh. Padahal cairan tubuh itu amat penting bagi si ibu hamil, terutama bayi yang sedang dikandung.

5. Gangguan sistem pencernaan

Salah satunya adalah gangguan mag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung.

6. Dehidrasi

Jika sampai mengalami hal ini, bisa dibayangkan apa jadinya si ibu hamil bersama bayi yang tengah dikandungnya. Karena itu jangan sungkan untuk lekas berbuka. Jangan sampai ibu hamil mengalami hal ini yang umumnya diawali dengan diare dan muntah berlebih, keringat dingin membanjir, disertai keluhan pusing dan lemas.

7. Hari H

Di hari bersalin, ibu hamil tidak dianjurkan untuk menjalankan ibadah puasa. Soalnya ibu memerlukan energi ekstra untuk melahirkan si buah hati. Memaksakan diri untuk berpuasa hanya akan memperbesar peluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pingsan, persalinan “macet” lantaran tak ada energi, atau malah perdarahan hebat.

TANDA-TANDA HARUS BERBUKA
Selain penyulit-penyulit tersebut, Muharam menegaskan pentingnya mencermati sejumlah tanda yang tak lazim pada ibu hamil yang menjalankan ibadah puasa. Ia menyarankan untuk lekas berbuka saat itu juga, sekalipun mungkin waktu untuk berbuka puasa tinggal beberapa saat lagi dan si ibu tidak memiliki faktor penyulit. Kalau tanda-tanda berikut sampai muncul, itu berarti tubuh tak sanggup lagi berpuasa.
  • Muntah Kalau keluhannya tidak hebat dan frekuensi muntahnya tidak sering, semisal cuma 1-2 kali dalam sehari, atau tenggang waktunya sekitar 6 jam sekali, menurut Muharam, boleh-boleh saja ibu hamil melanjutkan puasanya jika masih kuat. Tapi ingat, harus cukup istirahat dan mengurangi segala aktivitasnya. Namun jika lebih dari itu, jangan ragu untuk segera berbuka agar terhindar dari dehidrasi yang bisa berakibat fatal bagi si ibu maupun kehamilannya. Selain itu, kalau bersikeras tetap berpuasa, tubuh akan mengambil energi dari cadangan lemak tubuh akibat asupan makanan yang kurang. Hal ini akan menyebabkan darah si ibu bersifat asam sementara kadar keton dalam darah pun naik. Kalau sudah begini, organ-organ tubuh seperti ginjal si ibu akan mengalami kerusakan, dan bayi yang dikandungnya bisa kekurangan nutrisi penting.
  • Diare Kalau hal ini terjadi, apalagi jika disertai dengan perasaan mulas/melilit, sebaiknya lekas berbuka dengan banyak minum kendati mungkin kejadiannya baru sekali. Segera ke dokter agar bisa cepat tertangani dan kemungkinan dehidrasi bisa diantisipasi.
  • Mimisan Jika mengalami hal ini sebaiknya lekaslah membatalkan puasa. Bila tidak, dikhawatirkan si ibu mengalami hal yang tidak diinginkan. Pecahnya pembuluh darah ini sebetulnya merupakan pertanda tekanan otak meningkat karena kondisi tubuh yang kurang stabil.
  • Lemas Keadaan seperti ini menyatakan yang bersangkutan mengalami hipoglikemia. Kalau puasanya terus dipertahankan, amat dikhawatirkan janinnya akan kekurangan zat-zat makanan yang bisa mempengaruhi pertumbuhannya jadi tak optimal.
  • Pusing Jika masih dalam tahap ringan, tanpa obat pun pusing bisa sembuh sendiri dengan memperbanyak istirahat dan mengurangi aktivitas sehingga ibu hamil tetap boleh berpuasa. Akan tetapi kalau sudah disertai mual/muntah, mau tidak mau harus dibantu dengan obat karena pusing yang sudah tak tertahankan lagi. Bila demikian, segeralah berbuka dengan segelas air hangat yang manis kemudian makan nasi secukupnya sebelum minum obat.
  • Keringat berlebih Wajar bila ibu hamil banyak berkeringat. Tapi kalau sudah berlebih, terutama yang keluar adalah keringat dingin, sebaiknya lekas berbuka karena itu pertanda fisik si ibu sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.
  • Mata berkunang-kunang Kalau pertanda ini yang muncul besar kemungkinan si ibu mengalami hipoglikemi/rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Jika mengalaminya, ibu hamil disarankan segera berbuka dengan meneguk segelas air hangat manis, makan, dan istirahat.
  • Kram dan kesemutan Sebenarnya jika mengalami hal ini ibu hamil boleh tetap berpuasa. Kram dan kesemutan umum terjadi pada ibu hamil. Akan tetapi kalau keluhannya karena elektrolit kurang disertai pembengkakan, hingga nyaris tak tertahankan dan si ibu praktis tak bisa apa-apa lagi, ya apa boleh buat, sebaiknya berbuka saja.
Semoga para ibu hamil tidak merasa khawatir dalam menjalankan perintah Allah dengan melakukan puasa wajib 1431 H ini, semoga mendapatkan jawaban mengenai puas untuk ibu hamil ini, selain itu silahkan melihat postingan blogger gurem mengenai resep kolak biji salak untuk berbuka sertamenu sahur praktis dan bergizi, selamat berpuasa

Menikah itu Belajar

Menikah itu mudah yah? Tidak kok! Berarti sulit? Tidak jugalah! Jadi apa?

Menikah itu belajar. Ada kalanya kita merasa sulit, adakalanya merasa mudah. Seperti  ketika kita mengerjakan soal-soal di sekolah, atau menjawab essay suatu UAS, atau ketika kita harus menyelesaikan suatu kerja praktek. Sulit tapi mudah. Mudah tapi sulit. Dan semua terangkum dalam satu kata kerja “belajar”. Yang namanya belajar berarti sifatnya kontinyuitas. Karena belajar yang berhenti ditengah jalan artinya tidak akan menemukan titik akhir tujuannya. Dan rasanya sia-sia jika kita melakukan sesuatu tanpa ada keinginan untuk menemukan titik akhirnya. Lalu apa titik akhir tujuan belajar? Ya, betul, ia adalah memahami, menjadi paham, menjadi mengerti, menjadi bisa, menjadi tahu. Itulah belajar. Pun pernikahan, ia adalah belajar.

Pernikahan. Asal katanya adalah nikah. 5 huruf saja, tapi maknanya dahsyat. Bukan hanya dahsyat, tapi juga berat. Mitsaqon gholizho, begitu Al-qur’an mengistilahkan kata pernikahan: perjanjian yang berat. Maka harus hati-hati, tidak bisa asal sembarangan, apalagi pakai tidak memakai ilmu, terlebih hanya memakai feeling. Dan wanita, sebagai istri adalah salah satu momok utama di dalam pernikahan. Ialah pendamping setia, ialah senyum, ialah ladang amal, ialah pengingat, ialah rindu, ialah cinta,,, ialah tulang rusuk suaminya. co-pilot setia. Perhiasan rumah tangga. Gula pada setiap tatapan cinta. Seribu rasa dalam dekapannya. Ia sang pelahir generasi muda. pintu surga bagi anak-anaknya. Mulia. Harus menjadi mulia jika ingin disebut sebagai istri shalihah.

Pada akhirnya aku sadar bahwa menikah adalah harapan menuju harapan yang paling besar. Selalu butuh bahan bakar untuk bisa mengendarainya. Iman, amal dan ilmu. Dan semua perjalanan terangkum menjadi kata “belajar”. Belajar lagi, memang tak bisa lepas. Belajar adalah dasar dari setiap perjalanan pernikahan. Bukan berarti setiap kesalahan dimaklumi, apalagi menjadi alasan untuk meninggalkan, namun setiap kesalahan diperbaiki sambil memohon ampun dan petunjuk-Nya. Bukan pula setiap keberhasilan dipamer-pamerkan, apalagi menjadi alat untuk merendahkan yang lain, namun setiap keberhasilan menjadi ladang syukur, menjadi pembelajaran untuk yang lain.

Alloh, 3 bulan dan aku belajar. Menjadi cukup paham mengapa hidup seakan dimulai setelah menikah, mengapa menikah adalah pilihan yang tepat bagi umat Islam untuk meraih ridho-Mu, dan mengapa menikah menjadi kendaraan besar menuju Surganya.

Dan kini, semakin aku paham semakin aku pula takut..

Ya, aku sebenarnya takut tidak mampu meraih surga itu, bersama suamiku sebagai pilotnya, aku sebagai co-pilotnya dan anak-anak sebagai penumpangnya. Takut kami lalai, takut kami tidak sabar, takut kami kufur nikmat. Namun aku tidak ingin rasa takut ini memunculkan prasanagka buruk yang asal, apalagi sampai merusak harapan. Ya, Kuncinya adalah percaya. Maka aku akan tetap berjuang. Belajar. Sampai menemukan titik akhirnya. Dan tiada titik akhir dari perjalan ini selain surga-Mu, Rabb. tiada yang lain..

Ruang Tamu Rumah Pondok Kopi, 27 Juni 2011
Diantara bau ikan sedap buatan Ayah Mertua. (makasiy Ayah)
Usia kandungan: 11 pekan 2 hari
Category: 0 komentar

Ummi Rindu, Nak!

Kamu lucu ya, nak..
Baru saja Ummi katakan bahwa Ummi rindu,
Kamu langsung menunjukkan keberadaanmu
Hihihi.. Ummi kamu buat mual-mual pagi ini.
Sampai-sampai pagi ini Abbi terpaksa menyiapkan segalanya sendiri sebelum ke kantor.
Tidak apa. Abbi sangat pengertian dan sabar. Ummi juga sudah enakan siang harinya.
.
Iya, nak, Ummi tahu kalau kamu juga rindu.
Kamu senang yah kalau Ummi elus-elus rahim?
Kamu bisa rasakan, nak?
Dan sambil mengelus, Ummi katakan “Fattah sedang apa? Ummi rindu”
Lalu Abbi juga mengucapkan salam padamu.
Kata Abbi, “Assalamu’alaikum, Fattah” sambil geli-geli perut Ummi.
Fattah dengar?
.
Ya Alloh, Maha Pembentuk Rupa,
Aku menangsi bahagia telah kau titipkan segumpal darah di dalam rahimku
Dan kelak kan Kau jadikan ia segumpal daging
Lalu Kau bentuk dengan sempurna
Kau tumbuhkan jaringan-jaringan di dalamnya, otot, lemak, alat-alat vital dan semua indera.
Kau tiupkan ruh dan nafas kepadanya
Ya Alloh, dan ia akan kau hidupkan dalam rahimku
Lalu kau lahirkan ia ke duniaMu

Rabb, aku tak dapat beharap hal lain selain bahwa Kau akan jadikan anak ini sebagai anak yang berakhlak shalih/shalihah, menjadikan ia anak yang tidak bosan menelaah ilmu-ilmu yang Kau sebar di dunia, menjadikan dia sebagai kakak yang bijaksana bagi adik-adiknya, menjadikan ia sebagai pemimpin yang adil dan Kau rahmati atas apa yang dipimpinnya.

Aku tak dapat membayangkan hal lain selain bahwa Kau akan jadikan anak ini sebagai penambah suka dan pelipur lara duka orang tuanya, menjadikan doanya  sebagai penyelamat kami dari api neraka.

Aku tak dapat berdoa selain bahwa Kau kan akan mempertemukan kami sekeluarga di surgaMu kelak, menjadikan kasih dan cinta suci kami selama didunia sebagai kendaraan menuju rumah abadi kami nanti.

Ya Alloh..
Kepada siapa lagi kupangkukan segala harap dan doa.
Selain kepada-Mu yang Maha Kuasanya.


Wahai Suami, Dengarkanlah Cerita Istrimu

Hidayatullah.com—Umumnya kita segera pulang ke rumah usai kesibukan kerja di kantor yang sangat menguras tenaga. Ada juga dikalangan kita yang pulang ke rumah hanya sekedar ganti baju, lalu kembali ke lapangan olah raga, berkumpul dengan teman geng,  atau teman-teman perkumpulan.

Tak kurang sebagaian dari kita yang pulang dan menyegerakan mandi dan menuju halaman untuk mengurus tanaman atau hewan piaraan kesayangan.

Saat kita pulang,  hanya anak-anak terlihat menyambut di pintu. Sementara isteri yang "full time house wife" itu masih melanjutkan kesibukannya yang sangat padat sejak pagi; melipat baju, menyetrika, membersihkan halaman atau mengepel lantai.

Tak nampak ada drama seperti layaknya di sinetron, bagaimana istri menyambut dan menyediakan minuman untuk suaminya, sambil suami merebahkan badan di sofa empuk "italian set" nya.

Bagi isteri yang juga wanita karir, berharap pulang secepatnya. Sepanjang perjalanan berharap agar badan segera berada di depan pintu. Namun ketika tiba di rumah, masing-masing ternyata masih juga dengan urusannya sendiri.  Alangkah ruginya kita menpunyai pasangan yang halal tetapi hubungan kita seperti "bukan muhrim", seolah bukan suami-istri.

Sudah lebih delapan jam lamanya kita meninggalkan rumah dan sibuk berjibaku dengan urusan kantor, masih pula ditambah dengan hubungan yang hambar di rumah. Tentu tak ada yang kita nikmati keindahan berkeluarga. Sebagaimana kata-kata hikmah yang mengatakan,  "Rumahku Syurgaku".

Mengapa bisa terjadi demikian? Mari kita lihat bersama. Saat masih baru menikah, istri kita selalu menyambut tepat di depan pintu dengan senyum manisnya dan memimpin kita ke kursi bahkan ke bilik tidur. Saat-saat itu, tak lupa ia bercerita banyak hal tentang peristiwa-peristiwa yang dialami sepanjang hari.

Macam-macam ceritanya. Kadang tak terlalu penting untuk kita dengar.  Tetapi, saat itu kita dengan rela menyediakan waktu secara seksama mendengarkannya.  Bahkan dengan penuh perasaan. Tetapi, kebiasaan seperti itu terjadi ketika masih menikmati awal keindahan pernikahan. Tetapi seiring waktu berlalu, semuanya itu hanya tinggal kenangan.




Wahai suami-suami yang dimuliakan,
Memang kita lebih sibuk dari dia. Boleh jadi kita lebih banyak memikirkan masalah. Bahkan mungkin jauh lebih berat dari dia. Entah urusan masyarakat, politik sampai negara. Memang rasanya malas mendengar ceritanya, apalagi jika itu hanya urusan-urusan kecil.Tetapi, pernahkah kita pikirkan hasilnya jika kita mendengar barang sekejab saja saat kita sampai di rumah?

Bahkan ketika di masa awal pernikahan dulu,  di saat kita terbiasa menjadi pendengar yang baik, meluangkan waktu sekedar lima menit untuk mendengar ceritanya, rasanya ada energi yang ia peroleh. Bahkan mengangguk-angguk dan berpura-pura setuju atas semua ceritanya  membuat suasana seperti lain. Dia seolah merasakan satu-satunya orang yang beruntung dan paling bergembira hari itu.

Suasana ini otomatis akan berbalas dengan perasaan nyaman baginya. Tentusaja berakibat pada pelayanan dan belaian kasih mesra. Kusut-masai selama separoh harinya yang ia gunakan untuk membersihkan lantai, merapikan rumah dan memasak menu kegemaran kita, akan terurai hanya sekejab atas kesanggupan kita mendengarnya senua cerita ‘tidak pentingnya’ itu.

Tak butuh waktu lama wahai para suami, hanya lima menit saja yang perlu kita luangkan untuknya, tetapi dampaknya 24 jam untuk hari berikutnya. Begitulah seharusnya kita jaga harmonisasi ini.

Niatkan di hati kita untuk mendengar ceritanya saat di rumah. Jika kurang begitu penting, hindarilah singgah untuk membuang waktu yang sesungguhnya milik keluarga. Apalagi nongrong di cafe, makan dan minum dengan rekan kantor atau teman yang hanya akan menyebabkan perasaan isteri kita terluka.

Ingatlah, ia telah berusaha semaksimal mungkin menarik hatimu, namun ketika engkau sampai di rumah semuanya seolah kita tak perlu pelayannya. Apalagi ketika pulang, dirimu sudah dalam keadaan kenyang dan dia hanya melewatkan masa-masa indah makan bersama itu sendirian.

Tak ada salahnya bertanya hal-hal remeh padanya, "Ada berita baik apakah hari ini?" dan dengarkan apa yang ingin ia keluhkan. Yakinlah, sebulan saja kita amalkan, istri mu akan kembali bangkit energinya.

Tak lama, istri dan anakmu telah siap menyambut di depan pintu dengan senyumannya yang menggoda. Tentu saja yang beruntung bukan orang lain, tapi dirimu juga.*/ Fathi Yusuf dan Ros Izanuri Jamaluddin/iluvislam 


Dear Aa, makasiy yah sudah mau mendengarkan cerita-cerita neng selama ini. Jangan bosen yah. Neng semakin tua semakin bawel soalnya. Kalo gak cerita ke Aa' ke siapa lagiiii :D
Category: 0 komentar

Bikin Pempek Sendiri Yuuuk!

Nah, muslimah, ada yang suka pempek? Sesekali kita bikin sendiri yuuuuks!
Kemarin, Ang lagi maauuuu banged (pake nadanya wendi OVJ) Pempek, tapi gak boleh katanya, mengandung cuka. Sippo, kalau begitu bikin aja. Nanti cukanya diganti sama asam deh. Yes! Beli bahan-bahan, coba tanya-tanya resep, dan walaaaa.. Jadi deh! Suami senang, hati riang, perut kenyang! :P

Enak deh! Hanya saja Ang kurang bawang putih dan garam di bahan adonan pempeknya hee.. Tapi so far its good. Dont worry, tak ada yang teracuni.

Begini resepnya:

BAHAN ADONAN PEMPEK:
  1. 750 gr Sagu (Ang kemarin pake tepung sagu tani. Bilang aja begitu ke babang-babangnya, “bang beli sagu tani 1 kilo!” Harganya 9ribu sajaaa)
  2. 1 kg ikan gabus atau tenggiri giling (Nah, biasanya biar ikannya tetep kerasa, perbandingan antara ikan dengan tepung itu 1:1 yaah atau kurang dari itu.)
  3. 1 buah telur
  4. 1 gr susu bubuk (biar lebih gurih)
  5. 2 sdk makan minyak goreng
  6. 1 sendok makan bawang putih yang sudah dihaluskan (kalau ikannya masih terasa amis, tambah lagi aja bawang putihnya)
  7. Garam secukupnya
  8. Air es secukupnya (Kalo Ang kemarin gak ditambah air juga udah bisa karena ikannya aja udah basah, udah ada telur dan ada minyak)

CARA MEMBUAT ADONAN PEMPEK:
Campurkan semua bahan diatas hingga menjadi kalis (tidak lengket ditangan). Saran: tepungnya dimasukkannya jangan langsung semua yah, sedikit-sedikit aja jadi bisa dikira-kira sehingga tidak beresiko terlalu padat nanti. Setelah kalis, bentuk aja sesuai selera. Saran: dalam pembentukkan pempek, usahakan tangan dalam keadaan basah, jadi pempek mudah dibentuk, tidak pecah dan tidak lengket. Kalo Ang kemarin bentuk pempek lenjernya adalah lo-ve hee

Ayoo tinggal digoreeeng Pempek Cintanyaa \(^o^)/


CARA MEMBUAT PEMPEK:
Nah, kalau pempeknya sudah dibentuk. Masukan pempek itu ke dalam rebusan air yang sudah cukup panas. Tunggu saja sampai pempeknya mengambang (tandanya sudah matang). Ambil pempek yang sudah mengambang, lalu tiriskan. Setelah cukup tiris, goreng deh! Saran: jangan menggoreng di api yang terlalu panas. Nanti luarnya sudah matang, tapi dalamnya belom. Apinya sedang aje yee.

Nah, kalo sudah, yuks buat kuahnyaaaa:
BAHAN KUAH:
  1.     300-400 ml air
  2.     250 gr gula merah
  3.     2 sendok makan cabe rawit yang sudah dihaluskan
  4.     2 sendok makan udang halus / ebi
  5.     3 sendok makan bawang putih halus (kalau kurang suka, kurangi aja)
  6.     1 sendok teh garam
  7.     Asam jawa secukupnya

CARA MEMBUAT KUAH:
Panaskan air dengan api kecil lalu masukan gula jawa. Aduk-aduk dan biarkan sampai hancur. Setelah itu masukan asam, lalu bawang putih, dan bahan-bahan lainnya secara bergantian sambil diaduk-aduk. Cicipi sekali-sekali karena tiap orang kan selera kuahnya beda tuh. Kalau sudah cukup matang, matikan api dan sajikan deh bersama Pempeknyaa..

Jangan lupa ketimun dan mie nyaaa..
Selamat Mencobaaaa !! :D

Category: , 1 komentar